WHAT'S NEW?
Loading...
Tampilkan postingan dengan label kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kehidupan. Tampilkan semua postingan
Wah akhirnya setelah sekian lama akhirnya nulis lagi tentang biografi, kemarin-kemarin politik mulu, bikin emosi ya?haha.. Masa SMA adalah masa kejayaan gua, tau kenapa? Karena gua LANGSING!!!haha..

Jadi waktu SMP tiap hari jalan kaki pulang pergi sekolah, belum lagi kalau beli maem, main, dan sebagainya. Ya kira-kira 20 menit minimal sehari gua jalan kaki. Ditambah dengan tinggal sendiri (kakak gua datengnya weekend doang, ibu suri kadang disini kadang nemenin baginda raja di kota lain), jadinya makan juga apa adanya. Oh iya tiap sore juga main basket 30menit-1jam, karena dulu syarat tinggal sendiri di magelang adalah gua harus dibikinin lapangan basket (uda kayak pesugihan aja pake syarat-syarat). Alhasil terapi gitu sukses bikin gua ganteng kayak pedro di amigos.

Waktu lulus SMP nilai gua gak bagus-bagus amat buat daftar SMA, dari 3 mata pelajaran yang diujiankan, gua dapet nilai 27 sekian gitu (rata-rata diatas 9). Kenapa gua bilang gak bagus-bagus amat? Ternyata nilai segitu berjibuun banget, yang lebih ajaib adalah kan total maksimal 30 ya? Tapi kok bnyak yang dapet 31,32 sampe 33 pas daftar SMA online. Owh mungkin pas ngerjain ujian mereka minta soal tambahan kali ya (warteg kali minta nambah nasi), atau dia semedi di sumur keramat sambil kayang 7hari-7malam jadi nilainya beda sendiri.Hahaha… Hush jangan suudzon, mereka tu dapet nilai tambahan karena prestasinya (juara-juara apa gitu), makanya kalau mau dapet tambahan ya juara! Alhasil gua yang cupu, lemah fisik, dan jarang tobat ini ya gak ngaruh sama kebijakan nilai tambahan.

Jadi rencana gua tadinya mau SMA di jogja, tapi dengan nilai gua yang pas-pasan tadi akhirnya gua putusin ke SMA 3 Magelang. SMA nya keren??keren apaan, pas gua pertama dateng tu sekolah horror banget (Kayaknya dulu-dulu syuting film horror disitu deh). Jadi tu sekolah bangunan lama banget, dulunya bekas sekolah keguruan (ow gua jadi tau kenapa horror).DI tengah sekolah tu ada gedung pertemuan yang multifungsi dipake buat pentas seni ataupun olahraga indoor (gak modal). Ni sekolah juga jarang ada ijo-ijo, gersang banget tanahnya. Kayaknya ni konspiriasi sama ibu kantin yang jualan es biar laku, atau ni sekolah menganut kurikulum dari afrika gitu, jadi ujiannya gak cuma teori, ada praktek berburunya.

Masa ospek SMA ada dua kejadian yang gua inget banget, yang pertama adalah gua dalam posisi rambut warna “COKLAT”. Jadi pas libur sebelum ospek ya gua iseng-iseng aja ngecet rambut, aslinya sih warna hitam kebiru-biruan gitu, tapi gak tau kenapa malah jadinya warna coklat. Yang lucu adalah ada anak lain yang gak terima dihukum karena rambutnya dicat, terus laporin gua rambutnya gitu ke guru BP. Dengan santainya guru BP bilang klo ini mah emang rambut asli warnanya (disangka gua bule,hahaha), y gua iyain aja secara waktu itu muka gua bule banget (mulus belum jerawatan). Yang kedua adalah waktu gua ikut sholat dzuhur ke masjid, gua dateng belakangan gitu sholatnya, dan gak tau kenapa seluruh orang disitu pada ngeliatin gua kayak awkward moment gitu. Beberapa temen gua ya nyerocos aja gitu, “lu bule kok sholat?” (emang bule gak ada yang muslim!!), ada lagi yang bilang “lu mualaf ya?”, “nyasar ya?”, ya pokoknya gitu-gitu lah.

Mirip bule emang enak, terutama banyak ce yang cari-cari perhatian gitu (eeeaaaa), tapi gak enak kalau udah disama-samain. Dibilang mirip dimas beck, marchel chandrawinata, ada juga yang bilang mirip artis korea lee min hoo. Gua bukannya gak seneng disamain sama orang-orang ganteng, cuma gua jadi males karena dipandang dari segi tampang doang, susah juga bedain mana temenan yang tulus mana yang enggak.

Hal yang paling menyenangkan dari SMA adalah gua ALAY. Dengan bangganya gua bilang sekali lagi bahwa GUA ADALAH ANAK ALAY. Ya pas jaman itu (2005), jadi alay tu keren banget ya, gua rasa hampir semua anak SMA pada saat itu mendambakan jadi anak alay. Dari foto selfie dengan posisi kamera diatas, nulis sms pake aq dan qm (kalau –nya diganti –x, contoh: biasax), ataupun main medsos (Friendster) pake nama-nama aneh gitu (gua pake teenagers_bass). Gak tau kenapa menurut gua jadi alay tu menyenangkan, kita bisa bebas ngekspresiin apa yang kita mau, mau foto manyun kek, muka sok-sok liat samping, amandel diliatin, pokoknya semaunya aja bebas gak ada yang larang. Udah gitu menurut gua anak alay tu lebih kreatif, bisa gabungin huruf sama angka jadi satu kalimat. Lu gak tau kan tujuannya kenapa anak alay nulis gitu? Karena biar otak kanan lu bekerja secara maksimal. Bukan itu aja, tulisan kayak gitu juga bikin lu MIKIR sebelum nulis. Karena anak sekarang kalau nulis status atau share artikel di medsos gak pake mikir. Semuanya ditelan mentah-mentah dan pake emosi.
FOTO ALAY

 Gua bukan ketua persatuan alay Indonesia ya, bukan alay  fansclub juga, tapi gua ngerasa bahwa ALAY adalah suatu sistem pengelompokan manusia yang berbeda pandangan. Kata ALAY digunakan untuk “merendahkan” orang lain yang dirasa gak keren dan memalukan pada suatu ekosistem. Gak ada kan kata ALAY digunakan sebagai pujian? Ada gitu orang dibilanga alay jadi bahagia sambil muter-muter tiang bendera? Gak Cuma alay, dulu ada ,KETINGGALAN JAMAN,KAMPUNGAN, KAMSEUPAY, dan lain-lain. Semua sama aja digunakan untuk merendahkan orang lain yang berbeda pandangan. Menurut orang ALAY apa yang mereka lakukan adalah keren, kalau menurut lu itu enggak keren ya udah. Karena lu sama anak alay punya cara pandang dan latar belakang kehidupan yang beda (bisa dari status sosial, pendidikan, lingkungan, dll). Jaman dulu gak ada yang mengALAYkan satu sama lain, semua lebih harmonis menerima perbedaan. Mungkin sekarang masih ada beberapa kelompok masyarakat yang belum move on dari jaman itu, dan lu yang udah move on (kayak gua), mungkin status sosialnya uda lebih baik, tontonannya Film Hollywood, yang jalan-jalannya klo gak singapur ya korea,yang makan maunya sushi apa pasta, ya udah biarin aja mereka lakukan apa yang mereka mau tanpa menjudge orang lain. Apakah mereka ngerecokin hidup lu atau turut memecah belah perdamaian dunia? gak kan? Jadi STOP meremehkan orang lain hanya karena berbeda! 
Eng ing eng balik lagi gua ke blog tercintaaaa…:*
Udah lama banget emang gak nulis, alas an pertama karena situasi politik, kedua karena situasi politik dan ketiga karena males.haha.. Gatel banget waktu situasi perpolitikan kita kemarin (pilpres terutama) pengen nulis dan ngungkapin apa yang sebenernya jadi pilihan kita dan gagasan apa yang bisa kita terima. Pengen komentar ini itu tapi kenyataannya gua gak ngelakuin semua itu. Tanya Kenapaaa???



Gua mau bahas sesuatu yang menurut gua fenomena menarik aja, adanya kata-kata yang umum digunakan oleh masyarakat yaitu kata “pencitraan”. Kata pencitraan digunakan untuk menunjukan tindakan-tindakan yang menginginkan simpati publik. Kata ini dikonotasikan negatif karena pencitraan dianggap melakukan suatu tindakan yang tidak sebenarnya terjadi dan bertujuan tidak baik (menipu). Kata-kata itu semakin popular keitka banyak penjabat tinggi negara dan kepala daerah yang diciduk korupsi oleh KPK. Dibalik hingar bingar tersebut gua sangat tertarik dengan apa itu pencitraan. Akhirnya gua sering ke toko buku dan rajin membeli beberapa buku tentang psikologi tingkah laku manusia. Gua membeli  buku tentang cara mengetahui orang berbohong, buku pitar mengetahui bahasa tubuh, dan sebagainya. Disitu gua banyak mempraktekan keahlian gua, mengasah kesensitifannya dan mendapati sesuatu hal yang menarik. Bahwa semua orang melakukan pencitraan!!! Tapi sebenarnya apa itu pencitraan? Bukannya itu termasuk personal branding? Sebenernya dalam teori bisnis itu udah ada namanya personal branding. Personal branding bisa diartikan memunculkan karakter atau keunikan yang dia miliki, contoh apabila pada suatu jasa usaha misal jujur, cepat, aman, dan sebagainya. klo pada  manusia misal ketegasan, kujujuran, anti kekerasan dan sebagainya. Tapi PB (personal branding) bisa jadi negatif apabila diarahkan kepada pencitraan, yaitu melebih lebihkan apa yang dimiliki untuk menutupi kekurangan, bahkan menuju kearah kepura-puraan dan kebohongan.

Gua lebih suka menyebutkan ini semua sebagai penggambaran diri, untuk membedakan mana yang positif mana yang negatif (ingat ini hanya teori dan pengamatan gua jadi kesalahan semua terletak pada gua).  Penggambaran diri dapat dibagi menjadi dua yaitu pencitraan sebagai konotasi negatif, dan Personal Branding sebagai konotasi positif. Lain halnya dengan pencitraan, Personal branding adalah melakukan suatu tindakan untuk mencari simpati dimana kegiatan yang dia lakukan merupakan suatu tindakan kejujuran atau kegiatan yang biasa dia lakukan untuk tujuan yang baik. Pencitraan dan Branding dapat dibedakan dengan dasar tiga kondisi acuan,

Yang pertama adalah kondisi komunitas. Apakah melakukan tindakan yang sama dikomunitas yang berbeda.  Sebagai contoh, Sukirjo dan Sujatmiko selalu sholat dzuhur di sekolah. Bahkan sujatmiko aktif di organisasi keagamaan sekolah, selalu datang duluan untuk melakukan azan, melakukan postingan tentang dalil-dalil agama di media sosial, memelihara janggut dan menggunakan celana yang cingkrang. Pada saat pulang kerumah, sujatmiko tidak pernah sholat, boro-boro ke masjid, sujatmiko malah senang menonton film bokep dan membentak orang tuanya. Sedangkan Sukirjo selalu sholat 5 waktu di masjid dekat rumahnya. Bahkan sukirjo mengajarkan mengaji bagi anak-anak kecil di kampungnya. Jadi saat di sekolah siapakah yang branding dan siapakah yang pencitraan?
Yang kedua adalah kondisi waktu. Sebagai contoh, Sukirjo dan Sujatmiko tertarik bergabung dalam organisasi peduli lingkungan. Pada bulan pertama, sujatmiko sangat aktif melakukan kampanye disekolah sekolah, melakukan penyuluhan, dan membagi bagikan stiker tentang lingkungan. Sedangkan sukirjo membuat bank sampah dengan melakukan unit pemisahan sampah dan pengolahannya. Pada bulan kedua sujatmiko sudah berhenti. Sedangkan bank sampah sukirjo terus berlangsung hingga bertahun tahun. Jadi siapakah yang branding dan siapakah yang pencitraan?
Yang ketiga adalah kondisi tiba-tiba (ujug ujug, bukan jugijagijugijagijug kereta berangkat~~~). Sebagai contoh tiba-tiba jadi rapih, tiba-tiba jadi wangi, tiba-tiba jadi bijak, tiba-tiba ganteng. Klo menemukan tanda-tanda diatas kemungkinan orang itu lagi pedekate. Apakah bisa dikategorikan pencitraan? Bisa iya bisa tidak, karena umumnya suatu personal branding butuh proses dan waktu, tapi klo memang personal branding terjadi tiba-tiba mungkin baru dapet hidayah, pencerahan, habis sharing dengan organisasi radikal atau dicuci otak sama alien.

Jadi kesimpulannya, klo pencitraan ini berkonatasi negatif apakah ini berarti tidak baik???  Gak juga, pencitraan bisa jadi awal sebelum dia menemukan personal branding yang tepat. Anggap aja dia masih galau mencari tujuan hidupnya. Atau pencitraan mau gak mau bisa menjadi acuan dia dalam melakukan personal branding, karena dia akan malu klo ketahuan cuma pencitraan doang (positif thinking). Tapi mau sampe kapan pencitraan terus? klo lu seumur hidup cuma pencitraan ya ujung-ujungnya lu dapet branding "pencitraan". Dalam artian lu akan dikenal orang sebagai orang yang suka berpura-pura, situ aktor?apa aktris? 

Sekarang habis baca ini lu tanya sama diri lu, sebenarnya gua pencitraan apa personal branding?? Trus branding apa yang lu mau pake? Apa tujuan lu melakukan branding? Biar banyak kenalan? Biar laku? Biar dihormatin?Biar naik jabatan? Atau biarkanlah kubegini ini hidupku~~~~~ , terserah.


Remaja tahun kedua adalah termasuk kejadian paling aneh dan dramatis dalam hidup gue. Karena disini gue mulai meninggalkan kehidupan yang lama dan memulai kehidupan baru di sekolahan yang baru. Kalau tahun pertama gue ada di jawa barat, maka tahun kedua gue ada di jawa tengah (mungkin berikutnya gue ke timur, jadi kalau kera sakti dari timur ke barat mencari kitab suci, gue dari barat ke timur mencari kaos kaki *apasih). Kendala utama di sekolah baru adalah bahasa. Kebetulan sekolah baru gue menjunjung tinggi bahasa daerah, jadi semua siswanya berkomunikasi pake bahasa jawa. Waktu gue di kota mangga bahasa daerah emang jarang dipake, jadi kalau dipake pun ya bahasa sunda atau bahasa “jawa pantura” (berbeda jauh dari bahasa jawa yang “asli”). Walaupun gue gak ngerti apa yang temen-temen gue omongin, untungnya kalau guru ngajar gue masih paham karena masih pake bahasa indonesia (kalau sampe tu guru pake bahasa jawa juga, gue lebih milih sekolah di suriname sekalian!). Ya emang kadang-kadang suka ada selingan jokes ala srimulat yang bikin tu murid-murid alien pada ketawa, kalau peristiwa itu terjadi biasanya satu kelas langsung ngelirik gue dengan ketawa sinis . Gue rasa mungkin dalem hatinya mereka bilang “ni orang pasti gak paham”, dan hal itu biasanya dipertegas dengan pertanyaan langsung guru srimulat kepada gue, “ngerti gak mas?” dan dengan sigap gue langsung jawab dengan senyuman ala domba afrika. Pernah karena gue gak mau terus-terusan di bully maka gue bilang “Ngerti kok”, celakanya itu tidak menyelesaikan masalah dan malah menambah masalah baru. Gue tiba-tiba disuruh jelasin apa arti banyolan tadi, untungnya kadang temen gue bantuin dengan ilmu suara-suara ghaib mereka yang bersiulan. Masalahnya gue orangnya gak gampang percaya, karena sepanjang pengalaman gue tu siulan-siulan iblis lebih banyak menjerumuskannya daripada benernya. Kalau lu mau tau perasaan gue pas itu ibarat lagi ikutan kuis Deal or No Deal dengan sisa dua koper yang satu Isinya 10M yang satu lagi isi lima ratus perak.  


sok-sokan banget ni anak!

Karena bahasa ini terus jadi masalah, tentu aja gue harus cari jalan keluarnya, dan jalan keluarnya cuma satu yaitu belajar bahasa. Dua cara dalam mempelajari bahasa adalah menemukan guru yang bijaksana dan kamus ajaib. Kalau guru yang bijaksana gue gak akan ngandelin temen-temen gue, karena mereka lebih sering mengajarkan kata-kata tentang marga satwa daripada kata-kata sehari-hari. Gue pernah nanya bahasa jawanya terima kasih dan mereka kasih tau kalimat “kulo gudel” (aku anak kerbau). Karena mencari guru yang bijaksana sulit, maka gue putuskan untuk mencari kamus ajaib terlebih dahulu. Pas jaman itu gue uda muter-muter belum nemu ada yang bikin kamus bahasa jawa, yang ada adalah KAWRUH BAHASA JAWA (KBJ). Buku KBJ ini adalah buku yang berisi tentang pelajaran dasar bahasa jawa. Buat gue buku ini adalah buku sakti, karena buku sakti ini banyak menyelamatkan hidup gue dari dunia perbullyan. Walaupun ini buku bukan kamus yang gue harap, tapi gue cukup bahagia karena di buku ini ada nama-nama hewan dan anaknya dalam bahasa jawa (gue bully balik lu pada!). Nah alangkah baiknya kalau menceritakan tahun pertama ini dimulai dari awal gue masuk sekolah sebagai anak baru.


Hari pertama,
Hari pertama ajaran baru adalah hari senin dimana upacara bendera dilaksanakan. Kebetulan jarak rumah ke sekolah gak terlalu jauh, gue berangkat jalan kaki ke sekolah sekitar 6,37 menit. Sebagai murid baru gue harus nunjukin kesan awal yang baik, jadi saat hari itu tiba gue semangat banget bangun pagi langsung berangkat. Sepanjang perjalanan yang gue pikirin adalah bagaimana cara perkenalan gue sama temen-temen baru dengan konsep yang spektakuler. Tadinya gue rencanain mau masuk pake bom asap dengan jubah vampir ala pesulap Houdini, tapi nanti yang ada bukannya keren malah pada kabur dikira lagi foging nyamuk. Gue juga sempet mikir mau masuk sekolah pake terjun payung dari helikopter terus bawa spanduk yang tulisannya “kEn4lin AqyUh mUr1D B4rUyH cemaann-cemaann” trus mendarat di tengah lapangan sekolah dengan iringan musik drumband dan cheerleader, tapi masalahnya kalau gue mendarat gak mulus dan nyangkut di tiang bendera yang ada gue mati konyol kayak gantungan kunci angry birds.  Pas gue lagi jalan sambil masih mikirin cara yang tepat  gue mulai ngerasa ada yang aneh, ternyata gak ada seorangpun yang jalan ke sekolah selain gue! Gue ada firasat gak enak karena dari tadi sama sekali gak liat jam. Kalau seandainya telat bakalan gak lucu ini, masa anak baru dijemur di lapangan sekolah udah kayak ikan asin. Tapi kalau gue pikir-pikir perkenalan kayak gini epic juga sebenarnya, gue inget ada sinetron alay dimana ada scene siswi paling cantik disekolah ngelapin keringet sambil  kasih minum anak baru yang telat, yes its maybe works! Tapi masalahnya gimana kalau hukumannya bukan cuma dijemur? gimana kalau ternyata hukumannya berbentuk rajjam (diiket dilemparin batu) atau digelitikin sampe setep? Belum selesai mikir tiba-tiba gue udah didepan gerbang sekolah, firasat gue tambah buruk waktu liat tu gerbang sekolah cuma dibuka dikit. Pas gue masuk ternyata gue masuk disekolahan yang kena radiasi nuklir, sepppppiiiiiiiiii...... Gue langsung mikir kenapa ni sekolah sepi banget. Akhirnya gue menyimpulkan ada dua kemungkinan yang logis menjawab fenomena ini, yang pertama adalah gue gak tau sekolah lagi libur, atau gue emang satu-satunya murid yang belajar-mengajar di sekolah. Gue udah dikasih tau bokap kalau gue disuruh masuk kelas 2E, akhirnya gue mencoba memastikan hipotesa gue tadi dengan masuk ke kelas. Saat nyampe dikelas akhirnya kejawab sudah kegalauan gue tadi, jam di dinding masih jam 06.05 WIB!!! ternyata gue dateng kepagian “banget”!! mungkin gue mecahin dua rekor, yang pertama sebagai siswa terpagi yang datang kesekolah tersebut, dan yang kedua adalah siswa terbego dengan berangkat sekolah berlari pada pukul 06.00 WIB. Tapi di balik bencana selalu ada hikmah, akhirnya gue sempet-sempetin observasi sekolah dengan mengkaji wc yang strategis buat pipis, kantin dengan fengshui yang bagus, dan posisi lapangan yang pas buat mendaratin ufo.

Setelah mendekati jam masuk sekolah murid-murid yang lain mulai berdatangan. Maka dimulailah perkenalan sekedarnya, seperti yang gue bilang sebelumnya kalau bahasa adalah kendalanya. Waktu salah seorang nanya nama gue siapa dengan bahasa jawa, gue cuma bisa jawab “nggak ngerti” dan jadi bahan ketawaan anak sekelas. Tapi positifnya gue jadi cepet dikenal di sekolah, sebagian bilang gue dari jakarta (kenapa harus jakarta!!) sebagian lagi bilang gue dari belanda. Gue gak tau itu pujian apa hinaan, tapi kadang ada yang manggil gue “Londo” (arti: belanda pada jaman penjajahan). Mungkin gara-gara pas itu kulit gue putih, hidung mancung, dan perawakan besar dengan pantat bohai. Kegiatanpun berjalan dengan baik-baik saja, tapi mulai berubah ketika ulangan harian biologi datang melanda. Gue dapet nilai ulangan biologi tertinggi di kelas, dan akhirnya diikuti juga dengan nilai ulangan harian lainnya. Harusnya itu baik, tapi ternyata ini malah membawa malapetaka buat gue. Beberapa temen mulai sinis sama gue, mungkin saat itu gue mulai dianggap ancaman ibarat “real londo” yang mau nguasain ladang pribumi. Tadinya yang biasa gue  pinjem tipe-x jadi gak dipinjemin, yang biasanya gue diajak ke kantin jadi gak diajak. Bahkan kadang kalau ada anak kelas lain yang nanya soal ulangan, suka ada aja yang “nyeletuk” menyindir suruh nanya ke gue yang “pinter”. Gue gak habis pikir ternyata “persaingan” itu mungkin seperti ini. Ini adalah pelajaran berharga dimana sebelumnya gue berprinsip polos bahwa semua teman itu selalu berpelukan kayak teletubies apapun yang terjadi. Mengacu pada hukum sebab-akibat, ternyata memang ada sebab diantara ini semua. Gue selidikin ternyata di sekolah ini ada sistem “kelas unggulan”. Dimana murid-murid pinter dikumpulin dalam satu kelas dan diperlakukan “spesial”. Makanya beberapa murid mungkin ingin bersaing mendapatkan perstige. Dari jaman gue SD sebenrnya sistem ini udah ada, dimana beberapa murid terbaik dari tiap sekolah dibuatkan kelas khusus dalam satu sekolah khusus. Mungkin logikanya kalau orang pinter dijadikan satu populasi maka akan terjadi persaingan sesama orang pinter dimana hasilnya menciptakan satu siswa SUPERPINTER. kemudian siswa SUPERPINTER ini akan mewakili sekolah melawan SUPERPINTER dari sekolah lainnya. Jika SUPERPINTER juara, maka akreditasi sekolah akan tinggi, uang pembangunan lancar, dan guru-guru bisa naik gaji.  Memang baik ya, tapi ini DISKRIMINASI namanya. Bagaimana dengan nasib siswa lainnya? bukankah di bawah undang-undang kita berhak mendapatkan pendidikan yang sama? makanya dari dulu gue paling males masuk ke kelas kayak gituan, waktu sd gue sempet ditawarin dan menolak. Tapi smp gini kayaknya lebih baik gue pura-pura bego aja, karena kalau gue nolak yang ada gue di bully lagi nanti dibilang sok-sokan. Kebetulan dari kecil gue ada prinsip kalau orang pinter bukan orang dengan nilai terbaik, tapi orang dengan proses belajar terbaik. Lagian kelas begituan suasanya kayak rumah robot, homogen! Gue kan pengennya suasana di kelas yang heterogen, yang ada barbie, unicorn, patrick, spongebob, jenglot, nyi roro kidul dan lain-lain.

Kenakalan remaja
Seiring waktu berjalan gue mulai kenal dengan preman-preman di sekolah. Perkenalan dimulai dengan sistem perpalakan, dimana orang yang paling banyak melanggar aturan akan terlihat lebih kuat, dan orang yang kuatlah yang memalak. Terus apa gue dipalakin? enggak, gue inisiatif nraktir duluan sebelum dipalakin. Tapi kalau gue cuma nraktir doang ya lama-lama bakalan dipalak, makanya gue harus kuat juga supaya gak dipalak. Caranya adalah menolak untuk dipalak dan ikut melanggar beberapa aturan. Disini gue belajar yang namanya ngerokok (biar garang), nongkrong-nongkrong gak jelas, ngecat rambut, bolos, sampe ikutan memalak. Strategi perang cina mengatakan "kalau lu olang uda taklukin tu olang punya pemimpin, owe yakin lu olang bakal bisa ngadepin cecunguk-cecunguknya". Dan semenjak itu gue gak ngerasa di bully lagi, malah sekali-kali ngebully orang sih. Dan nilai gue juga uda mulai bagus lagi, karena gak ada lagi sinis seperti dahulu. Mungkin sekarang mereka udah menganggap gue bagian dari mereka, bukan ancaman.BERSAMBUNG

Remaja itu dari kata re dan maja, re itu berarti kembali, dan maja adalah buah maja (maja-pahit). berarti remaja adalah kembali pahit. Yap kira-kira gitu kehidupan remaja gue, gue lumayan berada di kondisi yang pahit. Karena disini gue belajar kejamnya dunia, bullying, sikut-menyikut, colok mencolok dan sebagainya. Disini gue mau ambil range dulu jaman keremajaan gue dari jaman gue  masuk SMP sampe gue masuk SMA. Penyesuaian dari massa kecil gue ke massa remaja lumayan epic disini, dan gue juga ngerasa banyak hal-hal aneh yang gak penting yang gue laksanain. Oke enakan diurut dari awal  (bukan pijet urut). 

Foto lulus sd, ganteng kaaan??haha..

Tahun Pertama
Tahun pertama adalah tahun yang aneh, karena gue melakukan adaptasi di sekolah baru yang berlabel SMP. Adaptasi pertama adalah gue harus memakai seragam putih biru bukan putih merah lagi. Ni seragam menurut gue aneh, karena ada peraturan buat siswa cowok bahwa celana harus diatas lutut. Bahkan waktu tahun kedua gue pindah ke smp yang lain, peraturan disana lebih ekstrim dimana celananya minimal 15cm diatas lutut! Jadi semakin celana itu mini maka semakin mengikuti peraturan. Ini apaan anak smp mau belajar kok disuruh pake hotpans! (ini salah satu faktor meningkatnya alay banci pada remaja). Padahal  jaman smp adalah jamannya pubersitas, dimana gue mimpi basah dan dicap balight (mimpi basah adalah mimpi dimana gue berenang di samudra hindia bersama lumba-lumba dan ikan julung-julung). Nah sedangkan kalau gue uda balight wajib bagi gue untuk menutup aurat (laki-laki dari udel sampe bwah lutut). Jadi jangan salahkan gue kalau gak kapok pake celana dibawah lutut walaupun dimarahin dan digunting berkali-kali. Yang gue bingung kalau ce kan aturan roknya dibawah lutut, nah gue gak pernah liat tu ada ce yang roknya ditambal kalau ketauan terlalu pendek. Ow iya pas itu smp gue juga pake dasi, tentunya beda dari dasi sd yang cuma diiket karet kolor. Sampe sekarang gue bingung kenapa anak sekolah disuruh pake dasi, tapi kalau gue pikir ya emang berguna sih, bisa buat ngelap umbel kalau meler, bisa buat naruh contekan, atau tu dasi bisa buat gantung diri kalau depresi.

Adaptasi kedua adalah waktu semester pertama gue smp itu sekolah masuk siang (sekitar jam stengah satu sampe jam 5 kalau gak salah). Pas itu sekolahan gue gak punya banyak ruang kelas karena lagi pembangunan, jadinya anak kelas satu gantian dengan kelas tiga. Walaupun gitu jadwal kelas olahraga tetep aja pagi. Pernah karena bangun kesiangan gue buru-buru berangkat olahraga dan sampe disana ternyata bukan jadwal olahraga gue, damn salah hari! (untung gue muka tembok jadi alesan aja olahraga pindah hari karena besok harus bantuin doraemon dan dorayaki menyelematkan dunia). Pernah juga gue berangkat dari rumah mau olahraga, sampe sana baru nyadar kalau gue pake sendal bukannya sepatu. Padahal jarak rumah-sekolah sekitar 20 menitan naik mobil. Ya daripada malu lagi, dan alasan doraemon udah pernah gue pake, jadi gue memilih pulang ke rumah dengan alasan ke ortu olahraganya cuma bentaran karena ada Godzila tidur telentang pake kardus di depan gerbang sekolah. 

Adaptasi ketiga adalah pertemanan, kebetulan pas itu temen gue "baik-baik" anaknya. Yang jelas dalam satu ekosistem pasti ada pihak yang baik dan pihak yang buruk, nah gue milih hidup di kedua pihak. Jadi gue bertemen  sama yang pinter-pinter (pas itu ranking gue selalu 10 besar), tapi gue ikut juga bolos sama yang nakal-nakal. Yang gue kenal pas itu cuman temen sekelas dan beberpa temen dari sd gue sebelumnya (kalau lu sekarang ngaku-ngaku temen gue pas jaman itu gue gak bakalan inget, soalnya gue aja kadang lupa kalau tidur harus merem). Gak tau kenapa pas itu temen-temen kelas gue Absurd semua orang-orangnya. Itu kelas kalau gak ada guru dikit ributnya uda kayak pasar sayur diskon 90%, ada yang nyanyi-nyanyi, lari-lari, teriak-teriak, mukul-mukul meja, guling-guling, balet, berenang, pokoknya udah mirip banget ruangan RSJ yang spesialisasi pasien akut. Saking ributnya salah satu guru pernah dateng ke kelas terus banting kebalik tu meja yang ada di depan, seru banget uda mirip adegan smackdown gitu . Paling aneh ni kelas hobi bgt main jalangkung! Pake koin gitu ditunjuk rame-rame terus nanti bergerak ke arah huruf yang uda dibuat diatas kertas. Pertanyaannya juga aneh-aneh, dari nanya nama kamu siapa, siapa yang naksir saya, sampe pertanyaan emak saya lagi nagapain dirumah (kenapa gak sms aja emaklu dirumah!). Ada lagi kayak pertanyaan "kenapa kamu disini ?" lah kan tadi jelas-jelas lu semua yang manggil tu jelangkung, itu kalau gue yang jadi jelangkungnya uda sewot abiss, terus tu koin yang dipake uda gue masukin celengan babi! Yang paling serem kalau tu jelangkung yang dipanggil gak mau pulang, udah aja pada lari ketakutan semua. Mungkin nanti bakalan ada developer yang bikin aplikasi jelangkung buat ios, android atau windows. jadi udah gak pake koin lagi tapi touchscreen, Epic abiss! Terus ada tambahan menu kayak kirim-kiriman sticker, voicenote sampe videocall sama jelagkung. Jadi lu gak cuma bisa liat kata-kata yang dibuat tapi juga bakalan bertatapan langsung sama tu jelangkung, serem amat. Kalau ini aplikasi akhirnya dibuat, lu semua udah pada tau siapa yang punya ide.

Adaptasi keempat adalah adaptasi bentuk badan. Gak tau kenapa waktu pindah ke smp badan gue tiba-tiba membengkak, padahal waktu sd badan gue kurus kayak belalang batang. Mungkin karena pulang pergi gue cuma duduk di mobil antar-jemput dimana biasanya waktu sd gue lari-lari ngejer eleph. Eleph adalah sejenis mini bus yang disediain kantor bokap buat nganterin anak komplek pada sekolah, kenapa dikejer-kejer karena biar kebagian tempat duduk dan bisa ikut pulang. Kalau pas sial gak bisa keangkut eleph, maka harus nunggu eleph berikutnya yang bisa 30menit-1jam baru dateng lagi. Atau kadang supir elephnya males jadi baru dateng 4jam kemudian atau gak dateng lagi (makanya kadang gw bawa tenda biar nginep disekolah sekalian). Dan supir eleph adalah supir yang paling kejam, kenapa? karena walaupun dikejer kejer tapi tu eleph tetep aja gak berhenti. Padahal anak-anak yang ngejer uda pada meluk ban yang lagi muter atau nempel kayak tokek di kaca depan. Ow iya kalau gak naik eleph biasanya naik becak. Tapi nanti kenanya mahal karena jaraknya jauh. Biasanya biar murah satu becak dinaikin orang 6, nanti tingggal patungan aja bayarnya, enaknya naik becak bisa ngobrol dan menikmati pemandangan. Kalau gue sama temen-temn biasanya cari mamang becak yang jago ngelawak, bisa ngebut, trus becaknya bisa atraksi, ini serius!! jadi becaknya dimiringin jalan pake 2 roda gitu atau bacaknya belak belok gak jelas. Mungkin kalau mau banyak pelanggannya mamang becak harus jebolan sirkus atau shaolin, jadi lagi jalan tiba-tiba becaknya salto gitu atau lagi jalan tiba-tiba becaknya kayang trus ngesot-ngesot. Bentuk badan juga mempengaruhi kehidupan perbullyan, kalau olahraga biasanya gue jarang dipilih masuk tim voli atau basket. Orang-orang lebih senang memanggil gue “ndut” daripada nama, dan kehidupan seakan berubah dimana gue mulai menjadi invisible. Jadi orang jarang ada yang tau sebenernya gue eksis, termasuk ce yang gue taksir dari SD. Waktu SD gue ada naksir sama cewek beda sekolah, ya cinta-cinta gorilla gitu deh. Gue pikir setelah satu sekolah bakalan lebih deket tapi ternyata nyapa aja enggak. Chance gue mulai ilang pas gue tau yang doi taksir ternyata temen deket gue. Emang tragis kayak drama korea, untungnya gak pake hujan-hujan sama kecipratan genangan air. Makanya gue mutusin pindah sekolah pas naik kelas tanpa sepengetahuan temen-temen gue . Gue rasa tu anak-anak di sekolah juga pada gak nyadar gue pindah, soalnya gak ngaruh juga. Tapi semua berubah ketika negara api menyerang, eh salah, semua berubah ketika gue harus adaptasi lagi di sekolah yang baru. Eng Ing Eng Jeng Jeng ....!!!! *backsound
puasa-puasa sebulan penuh puasaa~~ puasa puasa pada chatting ngirit pulsaaa~~ (apasih)


Yak akhirnya bulan Ramadhan juga, ini bulan penuh rahmat, bulan suci penuh hidayah, jadi kita jangan ngomongin yang jelek-jelek, jangan berbuat yang maksiat, perbanyak senyum dan beramal sholeh. Buat yang belum dapet jodoh harus sering ke masjid, yang utama buat ibadah dan berdoa supaya dikasih jodoh, yang lainnya siapa tau ketemu jodoh pas lagi tarawih, atau tetangga terpukau liat keimanan kamu terus dijodohin keponakannya. Dalam bulan Ramadhan ini kita ngejalanin ibadah puasa, untungnya kita masih ngerayain puasa di indonesia karena ngejalaninnya selama 13 jam, emang ada yang lebih? ya ada. Jadi gini,  lama waktu ibadah puasa itu kan dari terbitnya matahari  sampe terbenamnya lagi matahari, nah tiap negara punya periode siang atau lama yang berbeda. Perbedaan itu terjadi karena bumi dalam mengelilingi matahari gak tegak lurus melainkan miring, sehingga dalam waktu tertentu, negara-negara di belahan bumi utara menerima cahaya matahari lebih lama dari yang di selatan, dan di waktu yang lain begitu juga terjadi di selatan. Nah kalau kita dan negara-negara cenderung sama, karena berada di barisan khatulistiwa. Sebagai contoh kalau di Mekkah (Arab Saudi) itu puasa selama 14 jam 30 menit, New York (Amerika) 15 jam 47 menit, London (Inggris) 18jam Provideniya (Rusia) 20 jam, bahkan saya baca akhir-akhir ini Kiruna, Swedia sampe 24 jam!!! Gimana tuh berat banget!! Hal ini masih dirumuskan dan menjadi perdebatan dikalangan Ulama, apakah mengikuti waktu puasa wilayah lain, atau tetap mengikuti waktu daerah tersebut. Kalau saya harus puasa 24 jam? saya lebih memilih hibernasi pake selimut, di ac yang dingin, dengan menu sahur dan buka puasa makanan berenergi tinggi atau semacam kapsul yang mengurangi lapar bertahap. Alternatif lain mungkin evolusi, jadi di dalam perut ada semacam perut cadangan, dan berpunuk kayak unta bisa nyimpen air. Saya yakin semua ada hikmahnya, semua Takdir Allah SWT, kita harus bersyukurdan bersyukur akan kenikmatan-Nya yang LUAR BIASA, amin..


 "PROUD TO BE MOSLEM"




Ngebut nyelesain senjata perang, tapi kayaknya gak semua benda bisa di share, oke dilanjut aja biar cepet:

Harmonica
Harmonica itu alat music paling simpel buat dibawa dan dimainin, bahkan lu gak harus tau basic music buat mainininnya, tinggal tiup-hirup aja suka-suka lu gak akan pernah fals! (tapi kalau lu mainin ternyata fals, berarti alat musik yang cocok buat lu cuma bedug). Walaupun suka-suka ya kalau namanya music emang selera ya, kalau gw seneng yang berirama sesuai tempo, tapi ada beberapa genre music yang gw sendiri bingung itu bunyi musik apa ngajak berantem bikin emosi. Walaupun gitu kekurangan dari harmonica tetep ada, lu cuma bisa mainin di satu nada dasar aja, contoh kasus gini : di suatu perkemahan pramuka para penggalang dan siaga yang mengelilingi api unggun lagi nyanyi-nyanyi sambil gitaran lagu Master of Puppets nya Metallica yang di improvisasi dengan mengemix  lagu tersebut dengan Kopi dangdut yang bernada dasar Emin7, kemudian karena terbawa suasana dan jiwa banci tampil gw ikut gabung dengan memaincan harmonica bernada dasar C. Yang ada bukannya hadirin dan jemaah terpukau, tapi gw malah diiket pake tali diputer-puter horizontal di atas api unggun udah kayak suku pedalaman mau makan babi guling.

 ini harmonica tremolo gw,

Lanjut yang senjata kaleng ya...

Kacamata
Yang dibenak lu sekarang “Kacamata mah biasa kali, orang-orang juga pada pake kacamata, kuda aja pake kacamata”. Ya mungkin ini benda biasa, tapi buat gw ini barang epic abiss! Karena gw myopia (Rabun jauh karena kelengkungan kornea yang lebih pendek serta sumbu bola mata yang terlalu panjang). Emang selama ini orang jarang liat gw pake kacamata,tapi gw punya alasannya,


 Ini kacamata gw bukan kacamata kuda

Alasan pertama karena gw lagi ngebiasain otot pupil ( bagian dari mata) buat bekerja lebih keras (kadang-kadang kalau mata gw lagi kerja keras suka gw kasih extrajoss). Teori gw sederhana, kalau otot mata tiap hari gw paksain work out, lama-lama mata gw bakalan berotot, eh bukan gitu maksudnya, jadi biar minus gw gak nambah, ya sukur-sukur kalau berkurang. Prinsipnya kayak work out otot bisep, kalau dibiarin aja ya lama-lama kendur. tapi emang teori gw gini sering disanggah dokter, tapi insting KPK gw ngerasa ini cuma konspirasi sama tukang kacamata aja. Ya gw saranin makanya don’t try this at home!!


Post ke-Tigaaaaa!!, harusnya post ketiga ini kudu pecah abiss, soalnya gw anak ketiga, wudhu juga ulang tiga kali, kalau lari juga itung sampe tiga, bahkan Alm.Meggy Z juga diliriknya ada kata tiga, gak percaya? 

Sungguh Tiganya dirimu tiganyatiganyatiganyatiganya owww~~~ pada diriku~~~~~ (Oke gw ngaku salah itu “Tega”)


Nah kali ini gw mau cerita tentang barang-barang epic yang selalu gw bawa tiap pergi-pergi berpetualang selain Handphone(sama suaminya Charger)+Dompet, jadi gw bawa beberapa barang di tas gw yang menurut gw bakal berguna. ini ciyusan-miayam-mioleng, Trust me it Works! (*sambil pamer tangan kayak aderai)

Jadi Ini dia Tersangkanya :

Lup
Lup itu menurut gw barang yg keren abisss, kita bisa liat-liat benda-benda kecil yang gak keliatan mata telanjang, ini berguna banget buat lu yang punya jiwa penasaran gede kayak Albert Einstein, jiwa petualang kayak indiana Jones atau jiwa pencari harta karun kayak Benjamin Franklin Gates di National Treasure.



 Ini Lup gw asli, bukan Lup detektif conan,

 Nah ni lup biasanya gw pake buat liat batu, binatang kecil, atau ngecek tailalat temenlu beneran atau boongan (yang terakhir gak gw saranin daripada lu digampar). Kenapa Liat batu? Emang di batu apa menariknya? Nah ini dia, batu itu sebenarnya menarik tapi buat dua jenis orang,:
Gara-gara ke gramed liat slah satu buku best seller, gw jd pngen ngeblog.  padahal isinya cuma kehidupan tu orang aja sehari hari dr kecil ampe gede, menurut gw isinya standar, mendingan kehidupan gw dari kecil sampe sekarang yang menurut gw sama standarnya *loh. Cuma nulis blog gini bikin gw rada bimbang tingkat cherrybelle ( Bimbang Tingkat Cherrybelle adalah kebimbangan besar dimana kita tidak bisa move on antara sikap dan umur,chibi hak hak hak) . Gw ngerasa nulis-nulis gini kayak nulis diary jaman SD trus minta diisiin temen (itu maksudnya apaan coba). Tapi menurut gw ngeblog itu penting, setidaknya gw bisa ngasih alamat blog gw di twitter apa fb gw #BloggerSalahGaul

Massa Kecil
Gw udah filling dr kecil gw anak kebobolan, masalahnya jarak gw sm kakak-kakak gw lumayan jauh, 6tahunan. Tapi walaupun gitu gw tetep anak yang disayang nyokap bokap. Mungkin karena gw paling ganteng atau mungkin gw anak yang dikirim burung bangau trus dimasukin ke cerobong asap kayak di kartun (Begonya jaman kecil gw percaya itu asal muasal bayi, haha..)


Jaman Piyik
Gak banyak yang gw inget di jaman piyik (Piyik adalah bunyi anak ayam  , gw samain sama jaman batita gw gara2 gw cuma bisa bunyi piyik-piyik kayak anak ayam). Waktu itu gw lahir di kota Dumai, Kota MELAYU( Damn! Akhirnya gw tau kenapa gw suka dangdut koplo!). Cuma 3thun gw di kota itu, dan cuma 3Hal yang gw inget, sebenernya ada beberapa tapi yang ini jelas banget setelah gw liat foto jaman piyik (Ini kayak film The Butterfly Effect cuma bedanya gw gak bisa ngerubah masa depan dan gak pake kejahatan seksual juga, belum nonton? Buat yang seneng sci-Fi wajib nonton).
Yang pertama- gw inget naruh tomat dari kulkas ke kuping gw, gw gak inget maksudnya apaan tapi dinginnya kadang kerasa kalau gw inget-inget ni moment. Jangan-jangan waktu kecil gw dikasih miracle dari raja tomat biar bisa denger tomat lagi ngobrol. Cuma karena gw gak lagi polos, kekuatan itu hilang dan tiada. Mungkin saat paprika mulai menguasai dunia gw akan dipanggil lagi sebagai kesatria tomat. ITU LOGIS!


Kayaknya kakak gw nyadarin kekuatan gw dengerin tomat ngomong

Yang kedua- gw inget jatuh dari trotoar gara-gara ngejer sepeda, dagu gw ampe luka dan darahnya ngalir deres di dagu gw. Kata nyokap dapet berapa jahitan gitu gw gak apal tapi yang jelas masih ada bekasnya. Bikin dagu gw belah kayak John Travolta, Macho!! Katanya lagi gw gak ada nangis. Anak piyik dagu berdarah dijahit dan gak nangis?? Itu gw kurang preman apaan coba jaman kecil. Ini kalau gw ada di spongebob, pasa ada scene seberapa tangguhkah dirimu, gw bisa jadiin alasan ( scene spongebob waktu spongebob sama patrick mau masuk nyusul shandy ke club orang kuat). Kalau gw pikir-pikir masa depan gw harusnya berhubungan dengan darah, kalau gak jadi hitman, serial killer kayak SAW, ya atau gak kerja di PMI.


Walau dagu gua dijahit tetep sholat dong, tapi mata ngadep depan -___-"



Yang ketiga- Nah ini gw yang gak ada fotonya, gw inget naik mobil jadul bokap civic 88 merah maroon sekeluarga, buka kaca lewat savana yang ada baliho kratingdaeng sambil dengerin love songnya George Baker yang Baby Blue, lyricknya kayak gini :

Baby Blue, Baby Blue
Do you know that I'm still in love with you
Now I know that you won't be here no more
How I need you, how I want you Baby Blue

Gw inget liriknya gara2 kaset dimobil gw pas itu gak pernah ganti. Tahun 2009 gw baru tau maksud baby blue, itu BAYI AVATAR  men! Jadi tahun 80an avatar exist men! Lu gak tau aja. Kira-kira gitu jaman piyik gw. Tapi petualangan sebenernya waktu gw terbang ke jawa. Jawaaaaaaaaaaaaaa…….(*Intonasi ayu ting-ting mie isi duaaaaaa)

Mangga
Akhirnya gw pindah ke suatu kota bernama Indramayu, Kota Mangga. Ini bukan karena penduduknya bilang mangga-mangga(silahkan-Sunda), tapi ni kota emang banyak mangganya! Tu pinggir jalan mangga semua dari yang bulet, lonjong, merah, kuning, hijau, di langit yang biru. Pohonnya ada yang gede panjatable( dapat dipanjat) ada juga yang cuma batang-batang kecil gtu. Gw paling suka mangga apel. Itu bokap tanem disebelah rumah disebelah jeruk bali, dan gedenya hampir segede jeruk bali, bentuknya kayak apel ada ijo-merah warna apel fuji gtu, tapi rasa mangga dengan tekstur apel!!. Ini sumpah gw gak bohong, pohonnya waktu gw bawa pindahan jadi gak berbuah lagi, mungkin tanah yang dulu ada gelang ajaib yang tertanam bikin tanaman berbuah ajaib (Kayak film boboho yang dulu sering ada tiap liburan). Gw gak ada foto buat bikin lu percaya, but Trust me it works!! (*sambil naikin baju pamerin perut).

TK
Masa TK gw tu luar biasa banget, gw TK di kantor polisi, polres apa polsek gw lupa, yang ngajarin gw ibu-ibu bhayangkari gtu. di waktu tertentu gw pake baju polantas lengkap! Dengan sarung panji manusia almunium di tangan gw, sepatu pantofel dan priwitan, inget priwitan! Waktu itu gw ngerasa polisi tuh awesome banget, sampe gw sempet cita-cita jadi polisi. Gw diajarin semuanya dari baris berbaris, hormat, sampe rambu-rambu lalu lintas yang bnyak bgt tapi gak pernah gw liat realnya dijalan (yg gw liat cuma P, P coret, Stop, S coret, dilarang kiri apa kanan, dilarang lewat kadang ada gmbar kendaraannya, mungkin sisanya selain tadi masuknya karya seni, jadi cuma ada di museum). Walaupun gw diajarin banyak hal tentang lalu lintas, tapi gw gak diajarin cara nilang, mencari cari kesalahan pengendara, atau mekanisme sistem uang damai. Kalau gw TK ambil D4 mungkin diajarin kali ya, tp gw Cuma ambil D2, TK nol kecil trus TK nol besar. Kenapa harus nol?? Apa ada konspirasi sama Pertamina yang selalu mulai dari nol?? Ah sudahlah…


 Liat gw ngantongin priwitan!!

Komplek
Pas pindah gw tinggal di komplek suatu perusahaan tempat bokap gawe. Ni komplek jauh dari kota, tapi gw pikir ni komplek mau bikin kota sendiri deh, gimana enggak semua fasilitas ada disitu dari rumah sakit, pemadam kebakaran, mini market, gedung olahraga, gedung serbaguna, kolam renang, stadion bola, helipet, sekolah tk-sd, lapangan voli, basket sampe lapangan golf juga ada! Ni komplek juga bangun sistem telepon, tv kabel, air bersih dan listriknya sendiri, jadi mau PLN atau PDAM bermasalah kita sih oke oke aja, paling enak buat main layangan, soalnya kabel-kabel semua ditanem gak ada yang malang melintang diatas. Yang bikin makin eksklusif sekeliling komplek ditembok tinggi gtu, jadi gw ngebayangin keluarga gw lagi di karantina gara2 diluar tembok terinveksi zombie gtu. Bicara masalah zombie gw rasa malah orang-orang yang di dalem yang jadi zombie, termasuk urban people juga pada umumnya, karena mereka gak peduli lagi dengan kondisi di sekitar, zombie juga gt kan. Tapi itu masih mending, daripada wakil rakyat yang gak peduli nasib rakyat, itu kayak zombie hybrid gtu yang kepalanya banyak kayak chimera (mitologi yunani), nafasnya ngeluarin asam, kanibal dan ketawanya kayak hyna. 

SD
Sd gw luar biasa, gw belajar sosial, tenggang rasa, gotong royong, rendah hati, rajin menabung pokoknya kayak gitu-gitu mulu pelajarannya, bahkan kalau bahasa Indonesia gw diajarin selalu kepoin budi. Kadang gw iri sama budi, semua orang kepoin dia sama keluarganya, “ini ibu budi, ini bapak budi, ibu budi pergi ke pasar, bapak budi pergi bertani,” trus apa urusannya sama gw!!

Yang paling pecah dr SD adalah gw belajar senam poco-poco! Itu senam kalau muncul lagi jaman sekarang kayaknya bakal dihubung hubungin sama freemason, illuminati, atau apapun itulah, soalnya ini senam epic abisss. Gw aja sampe sekarang gak tamat-tamat. Harusnya Xbox dengan kinect nya masukin ni poco-poco jadi game, kasih nama apa kek, “the advantures of poco poco” atau “Lara croft poco poco invasion”. Jadi ceritanya lara croft mencuri keris dan jenglot dari planet mars, trus alien gak terima kemudan menginvasi bumi, satu-satunya cara mengalahkan alien tersebut adalah dengan senam poco-poco. Keren banget lah itu bakalan, peeeeccaah, kalau sampe game itu launching, lu semua udah tau siapa yang punya ide. 

Yang gw gak bisa lupa dari SD, apalagi kalau bukan pusat kuliner dan hiburannya (ini cuma buat keren-keren aja, aslinya mamang-mamang jualan). Ada stand jual mainan, stand kuliner, game center, bahkan ada kasino men! Itu game centre nya jaman gw SD adalah mamang sewain gembot yang ditaliin biar gak dbawa kabur, nanti bocah-bocah SD pada nongkrong-nongkrong asik gtu. Sedangkan kasinonya itu kayak mamang jual ager tapi kita dapet nomer, kalau beruntung nomer kita ada mainannya tapi kalau gak ya makan ager tadi. Jajanan SD gw epic banget, gw minum pake orson, es susu, es goyang (atau es potong), atau es lilin beragam rasa. Makanannya ada cireng (aci digoreng), martabak telor (yang bulet tapi gepeng), rumbah (kayak pecel), gulali (yang bkan kapas,kayak rambut), gulali panas (yang warna warni diambil dr wajan pake tangan sama mamangnya dibentuk bentuk), kedondong (yang dibentuk bunga dikasih garem), gonjing (mirip martabak dengan bentuk rel kereta), kue cubit (gw suka minta setengah mateng dibentuk jaring laba laba), cakue, batagor. Itu aja yang gw inget. Sekolah gw juga ada petshopnya lho, kdang jualan anak ayam berwarna, kadang jualan keong buat balapan (bisa asli, bisa di cat, lengkap set rumah dan accecoris kayak becak dll), ada ikan yang diplastik kecil kecil, atau burung gereja yang ditali kakinya, trus dengan riang gembira ditarik anak anak kecil sambil lari, “ayo terbang terbang” serasa yoko pendekar rajawali  padahal burungnya sekarat karena keseret. 

Penyesalan gw jaman SD adalah disuruh lomba mengarang sama guru mewakili sekolah padahal gw pengen ikut lomba nyanyi. Gw ngerasa suara gw lebih bagus daripada karangan gw (tapi waktu SD lho ya, suara gw masih cempreng-cempreng tinggi gtu kayak Michael Jackson jaman masih di Jackson Five sambil joget-joget dengan rambut kribo dan celana cutbray). Apalagi kalau nyanyiin lagu Jackson five yang I want you back, gini reffnya :

Oh baby, give me one more chance
(To show you that I love you)
Won't you please let me back in your heart
Oh darlin', I was blind to let you go
(Let you go, baby)
But now since I see you in his arms
(I want you back)

Tetapi gw ngalah, mungkin guru gw lebih liat bakat gw di ngarang (jangan-jangan dari kecil gw ada bakat tukang boong), tapi kenapa namanya lomba mengarang,  kenapa gak lomba menulis, tapi tulisan gw kan kayak cekeran ayam nyari cacing, kalau itu jadi lomba menulis gw pasti kalah dong. Tapi akhirnya emang kalah, yang bikin gw nyesel karena yang wakilin nyanyi juga kalah. Seandainya gw lebih ngotot, mungkin gw bisa menang nyanyi di tingkat kabupaten, trus provinsi, trus nasional, jadi penyanyi cilik ngalahin obok oboknya Joshua, tour eropa, akhirnya album duet sama aerosmith. Siapa yang tau kan? Tapi semua ada hikmahnya, walau gitu apresiasi gw terhadap music tidak pernah berhenti, walaupun gw gak bsa nyanyi lagi.

Permainan
Anak kecil emang 80persen hidupnya buat main kan. Kalau gw dulu sekolah ya sekolah, bentaran aja paling sampe tengah hari, makan siang ganti baju keluar rumah deh sepedaan cari temen-temen buat main dikomplek, nanti maghrib pulang. Gak kayak anak-anak sekarang, tega banget orang tuanya ngasih anaknya full day school sampe sore, kapan mainnya coba. Emang di sekolah ada istirahat, tapi apa enak main disekolahan, kemarin gw liat anak-anak sd pada mainan ipad, kasihan imajinasinya dibatasi dengan kotak berlayar ukuran 241.2 x 185.7mm . Nah kalau ngomongin main jatuhnya ngomongin temen, kalau ngomongin temen jatuhnya dosa,haha.. Gw suka berpetualang sama temen-temen komplek (BFF gitu, Best Friend Forever Ever Never Say Never Justin Bieber). Kalau jenis permainan ya standar anak tahun 90an lah, misal gelatikan (kayu yang diangkat pake kayu trus ditepok), atau sinchan (ini kaleng yang dibediriin pada ngumpet nanti ditendang, kami ksh nama sinchan gr2 liat di crayon sinchan),tepokan kartu (biar murah beli posteran nanti digunting sndiri jngan lupa dibengkokin), banyak lah gak pernah kehabisan ide. Nah yang gak bisa gw lupain adalah permainan POLISI-POLISIAN. Ini permainan epic banget banget. Jadi permainannya malem (Inget lho malem!!) dan selalu dengan banyak orang bisa 20an lebih, aturannya gini bocah-bocah dikumpulin jadi satu kita tentuin area maksimal, dibagi dua antara polisi dan penjahat (gw ternyata lebih ngerasa hidup jadi penjahat), nah penjahat dikasih waktu buat sembunyi (gak boleh masuk rumah), nanti polisi nyari, sederhana kan. Yang luar biasa itu tempat sembunyinya, kalau gw kadang diatas pohon (pernah dikira kuntilanak), dibawah mobil (kayak tom cruise di MI3), di selokan (kebetulan kering gak ada airnya). Temen-temen gw lebih epic lagi, ada yang jadi ninja hatori pake tumpukan daun, nyamar jadi bapak-bapak pake kostum, manjat genteng, nempel pelafon sampe nyelem pake sedotan bambu buat nafas (kalau yang dua terakhir dilebih lebihkan,haha..). Manusia yang hebat adalah manusia yang tumbuh dengan imajinasi, dengan imajinasi itu akan ada hal-hal kreatif, kretifitas akan menimbulkan peradaban, dengan peradaban manusia tidak akan punah, gw bersyukur gw ada di jaman yang indah, dimana gw bebas berimajinasi, bebas bermimpi…